Binkam

Polisi Kawal Distribusi Jagung di Lombok Barat, Pastikan Ketahanan Pangan Nasional Terjaga Aman

×

Polisi Kawal Distribusi Jagung di Lombok Barat, Pastikan Ketahanan Pangan Nasional Terjaga Aman

Sebarkan artikel ini
Distribusi Jagung Lombok Barat Dikawal Ketat Bhabinkamtibmas

LOMBOK BARAT – Upaya penguatan ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui kolaborasi intensif antara aparat kepolisian dan sektor pertanian. Di Kabupaten Lombok Barat, komitmen ini diwujudkan melalui pendampingan langsung dalam proses distribusi hasil bumi guna memastikan kelancaran rantai pasok pangan dari tingkat desa hingga ke gudang penyerapan resmi.

Pada Rabu, 6 Mei 2026, personel Bhabinkamtibmas Desa Kebon Ayu melaksanakan pengawalan ketat terhadap pengiriman komoditas jagung hasil panen petani setempat. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan serta memastikan kualitas komoditas yang disalurkan ke Gudang Bulog memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Pendampingan Distribusi Menuju Gudang Bulog Narmada

Kegiatan pengawalan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut melibatkan Aiptu Lalu Mahjar, Bhabinkamtibmas Desa Kebon Ayu. Fokus utama kegiatan ini adalah mendampingi pengangkutan jagung dari wilayah Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, menuju Gudang Bulog CV. Trisno Adi yang berlokasi di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Proses pengiriman dilakukan menggunakan satu unit armada truk dengan nomor polisi DK 8086 PC yang dikemudikan oleh Arif. Kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan sekadar sebagai pengamanan fisik, namun juga sebagai bentuk dukungan moral bagi para petani agar hasil jerih payah mereka dapat terserap secara maksimal oleh negara melalui mekanisme Bulog.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa peran aktif Bhabinkamtibmas dalam sektor ketahanan pangan merupakan instruksi langsung untuk mendukung program strategis pemerintah.

“Kami memastikan setiap tahapan distribusi hasil panen dari petani di wilayah Gerung berjalan tanpa kendala. Kehadiran Bhabinkamtibmas bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memantau secara langsung proses penyerapan hasil bumi agar berjalan sesuai prosedur,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam pernyataan resminya.

Standardisasi Kualitas dan Hasil Verifikasi Gudang

Setibanya di Gudang Bulog CV. Trisno Adi Narmada, seluruh muatan jagung menjalani pemeriksaan kualitas yang ketat. Berdasarkan laporan di lapangan, truk yang membawa 157 karung jagung tersebut tidak sepenuhnya lolos proses verifikasi awal. Tim penguji kualitas dari pihak gudang melakukan pemilahan berdasarkan tingkat kebersihan dan kadar air sesuai standar operasional yang berlaku.

Dari total muatan tersebut, sebanyak 125 karung dinyatakan memenuhi syarat dan diterima oleh pihak Bulog. Sementara itu, 32 karung sisanya terpaksa dikembalikan atau ditolak karena kondisi fisik yang dinilai kotor atau kurang bersih. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman petani mengenai standar pascapanen agar seluruh hasil produksi dapat terserap secara optimal.

Secara terperinci, berat total jagung yang berhasil masuk ke gudang mencapai 8,750 Ton. Setelah dilakukan pengujian teknis, komoditas tersebut mencatatkan angka kadar air (KA) sebesar 12,8 persen. Angka ini dinilai sangat baik karena berada di bawah batas maksimal yang ditentukan, sehingga jagung tersebut memiliki daya simpan yang lebih lama dan kualitas yang unggul untuk didistribusikan kembali.

Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari misi besar Polri dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dengan terjaganya stabilitas distribusi, diharapkan harga di tingkat petani tetap stabil dan ketersediaan stok pangan di gudang-gudang pemerintah tetap mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa koordinasi antara petani, pihak kepolisian, dan Bulog akan terus ditingkatkan di masa mendatang. Pengawasan di lapangan juga berfungsi untuk mengantisipasi adanya praktik-praktik yang dapat merugikan petani dalam rantai distribusi.

“Hasil yang ingin kita capai adalah terwujudnya ketahanan pangan yang baik di wilayah Lombok Barat. Kami juga mengimbau kepada para petani untuk terus memperhatikan kualitas kebersihan hasil panennya, mengingat standar di Gudang Bulog cukup ketat demi kepentingan cadangan pangan nasional,” tambah Kapolsek Gerung tersebut.

Melalui sinergitas yang terbangun antara Bhabinkamtibmas dan warga Desa Kebon Ayu, diharapkan sektor pertanian di Kecamatan Gerung dapat terus berkembang. Pengawalan distribusi ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah petani, tidak hanya saat masa tanam, tetapi hingga hasil panen sampai ke pintu gerbang distribusi resmi. Dengan demikian, kedaulatan pangan nasional dapat dimulai dari kemandirian dan kelancaran distribusi di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *