Binkam

Cegah Kelangkaan Gas, Sinergi Polsek dan Camat Lembar Pantau Langsung Stok LPG 3 Kg ke Kios

×

Cegah Kelangkaan Gas, Sinergi Polsek dan Camat Lembar Pantau Langsung Stok LPG 3 Kg ke Kios

Sebarkan artikel ini
Stok LPG 3 Kg di Lembar Stabil, Polisi Pantau Distribusi
Stok LPG 3 Kg di Lembar Stabil, Polisi Pantau Distribusi

Lembar, Lombok Barat – Ketersediaan energi bagi masyarakat menengah ke bawah menjadi prioritas utama jajaran kepolisian dan pemerintah daerah demi menjaga stabilitas ekonomi serta ketertiban sosial. Pada Kamis, 7 Mei 2026, langkah preventif diambil oleh jajaran Polsek Lembar guna memastikan distribusi bahan bakar bersubsidi tetap sasaran dan tidak mengalami gangguan pasokan di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan monitoring intensif terhadap ketersediaan stok LPG 3 kg bersubsidi. Pengecekan dilakukan secara langsung ke sejumlah kios pedagang yang tersebar di wilayah Desa Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk mencegah terjadinya potensi kelangkaan serta praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sinergi Lintas Sektoral di Desa Jembatan Kembar Timur

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini melibatkan sinergi kuat antara aparat penegak hukum dan pemerintah setempat. Hadir secara langsung dalam monitoring tersebut adalah Camat Lembar, Sapoan, S.H., didampingi oleh staf kecamatan, Sekretaris Desa Jembatan Kembar Timur, L. Salikin, serta Bhabinkamtibmas Desa Jembatan Kembar Timur, Aipda Eri G.

Kehadiran unsur pimpinan kecamatan dan kepolisian di tengah masyarakat ini menunjukkan komitmen serius dalam mengawal kebijakan pemerintah terkait subsidi energi. Pemantauan dilakukan dengan menyisir satu per satu kios pedagang eceran untuk melihat volume stok tabung gas melon tersebut serta melakukan dialog langsung mengenai rantai distribusi dari pangkalan ke tingkat pengecer.

Stok Stabil dan Harga Eceran Terkendali

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tim gabungan melaporkan bahwa kondisi distribusi LPG 3 kg di wilayah Desa Jembatan Kembar Timur saat ini masih berada dalam taraf normal. Tidak ditemukan adanya kendala distribusi dari pangkalan yang menyebabkan kekosongan stok di tingkat pedagang eceran.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, koordinasi di lapangan sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat mengenai kondisi riil di pasar.

“Kami telah menginstruksikan personel Bhabinkamtibmas untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengawasi stok kebutuhan dasar. Berdasarkan laporan dari lapangan, stok gas LPG 3 kg di wilayah Lembar, khususnya Jembatan Kembar Timur, masih terpantau normal dan mencukupi kebutuhan harian warga,” ujar Ipda Ruslan, S.H. dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa fluktuasi harga di tingkat pedagang eceran juga masih berada dalam batas kewajaran. Berdasarkan pengecekan langsung, harga jual tabung gas subsidi tersebut berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per tabung, yang dinilai masih sangat terjangkau bagi masyarakat setempat.

Imbauan Tegas Cegah Praktik Penimbunan

Meski kondisi saat ini tergolong kondusif, pemerintah kecamatan tetap memberikan peringatan keras kepada para pedagang. Camat Lembar, Sapoan, S.H., dalam sela-sela kegiatan monitoring, secara langsung mengimbau para pemilik kios agar tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi secara berlebihan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pedagang agar tetap menjaga harga pada batas yang wajar. Mengingat daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, masih sangat terbatas, kami meminta pedagang untuk tidak menaikkan harga secara sepihak di atas kewajaran,” tutur Sapoan, S.H.

Selain masalah harga, pihak kecamatan dan kepolisian juga menekankan pentingnya pemerataan penjualan. Pedagang diminta untuk membatasi jumlah pembelian kepada individu tertentu guna menghindari aksi spekulan atau penimbunan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Penjualan harus tepat sasaran. Jangan sampai ada pihak yang sengaja membeli dalam jumlah besar untuk disimpan, yang nantinya justru akan memicu kelangkaan di tengah masyarakat,” tegasnya lagi.

Dampak Positif Terhadap Kamtibmas

Melalui kegiatan monitoring yang berlangsung hingga siang hari ini, diharapkan tercipta rasa aman di tengah masyarakat. Kehadiran petugas tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi warga mengenai pentingnya menjaga stabilitas bersama.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) yang sangat kondusif. Koordinasi yang baik antara Bhabinkamtibmas dengan para pedagang eceran dan masyarakat umum diharapkan terus terjalin secara berkelanjutan. Dengan adanya jaminan ketersediaan energi, potensi gesekan sosial akibat kelangkaan barang pokok dapat diminimalisir sedini mungkin. Hingga berita ini diturunkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala berarti di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *