Dompu, NTB – Pelaksanaan Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026 yang mengusung tema “Tradisi Melangkah dari Lintasan Budaya dan Ekonomi Menuju Dompu Maju dan Berprestasi” kembali berlangsung meriah di Lapangan Pacuan Kuda Lembah Kara, Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut merupakan rangkaian pelaksanaan pacuan kuda tradisional yang berlangsung sejak 24 Oktober hingga 1 November 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 446 ekor kuda pacuan dari Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Dalam perlombaan hari tersebut, sejumlah kelas dipertandingkan, mulai dari kelas OB, TA dan DA, Tunas B, Dewasa D, Dewasa E hingga Dewasa F, dengan total puluhan kuda yang mengikuti setiap putaran perlombaan.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, personel Polsek Pajo bersama anggota Kodim 1614 Dompu melaksanakan pengamanan terbuka maupun tertutup. Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Pajo IPDA Muh. Erwin Rosadi, S.Sos.
Kapolsek Pajo IPDA Muh. Erwin Rosadi, S.Sos. menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI-Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat, pemilik kuda, joki, panitia, serta pengunjung yang menyaksikan perlombaan.
Menurutnya, pacuan kuda tradisional bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari pelestarian budaya daerah serta memiliki dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh pemilik kuda, joki, panitia, dan masyarakat yang hadir agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Apabila terdapat keputusan juri yang kurang berkenan, hendaknya disikapi dengan bijak dan diselesaikan melalui mekanisme yang telah ditentukan panitia, bukan dengan tindakan yang dapat mengganggu jalannya perlombaan,” ujar IPDA Erwin.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan taruhan atau perjudian dalam bentuk apa pun, tidak mengonsumsi minuman keras, menghindari perselisihan maupun tindakan provokatif, serta tetap menjaga keselamatan diri dan orang lain selama berada di area pacuan.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjadi bagian dari terciptanya suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang mempererat silaturahmi, menjaga tradisi, serta menunjukkan bahwa masyarakat Dompu mampu menyelenggarakan kegiatan budaya dengan penuh sportivitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi kepada personel Polsek Pajo bersama TNI dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mengamankan kegiatan Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026.
Kapolres menegaskan bahwa Polri berkomitmen memberikan pengamanan maksimal terhadap setiap kegiatan masyarakat, terlebih kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung dan peserta dari berbagai daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas. Junjung tinggi sportivitas, hormati keputusan juri, hindari perjudian, serta jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memicu perselisihan. Mari kita sukseskan Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026 dengan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.
Rangkaian perlombaan pada Kamis tersebut berakhir sekitar pukul 17.30 Wita. Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Pajo dan Kodim 1614 Dompu guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas.
Melalui sinergi TNI-Polri, panitia, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian Pacuan Kuda Tradisional Bupati Cup 2026 hingga penutupan pada 1 November mendatang dapat berjalan aman dan lancar.
Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu











