Bali NusraBeritaBerita NTBBreaking NewsDaerahLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPelajar & MahasiswaPemerintahanPendidikanPengembangan DiriPengetahuanTNI-Polri

Peminat Bintara Membludak, Kodim Mataram Perluas Sosialisasi Tamtama

×

Peminat Bintara Membludak, Kodim Mataram Perluas Sosialisasi Tamtama

Sebarkan artikel ini

Mataram, NTB – Impian menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) masih menarik minat banyak generasi muda di wilayah Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Di tengah tingginya antusiasme tersebut, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram mengingatkan calon peserta agar memahami persyaratan penerimaan, memanfaatkan jalur informasi resmi, serta tidak tergiur janji kelulusan dari calo.

 

Pesan itu disampaikan Perwira Seksi (Pasi) Personalia (Pers) Kodim 1606/Mataram, Mayor Cpl Annas. Ia menegaskan bahwa pendaftaran prajurit TNI tidak dipungut biaya. Sementara itu, tingginya animo pendaftar jalur Bintara perlu diimbangi dengan sosialisasi lebih luas mengenai jalur Tamtama agar informasi penerimaan menjangkau lebih banyak calon prajurit, Jumat (23/10/2026).

 

Animo Bintara Tinggi, Sosialisasi Tamtama Diperluas

Data penerimaan yang disampaikan Mayor Cpl Annas menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap rekrutmen Bintara TNI AD. Hingga hari ke-22 pendaftaran, tercatat 782 pendaftar Bintara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 384 orang telah menjalani verifikasi administrasi, sedangkan 398 lainnya belum tervalidasi.

 

Khusus di wilayah Kodim 1606/Mataram, animo pendaftar Bintara mencapai 212 orang. Angka ini menggambarkan besarnya ketertarikan masyarakat untuk mengikuti seleksi, tetapi bukan merupakan kuota penerimaan yang ditetapkan TNI AD.

“Bagus sekali ini responsnya warga Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, sama Lombok Utara,” kata Mayor Cpl Annas.

 

Di sisi lain, jalur Tamtama masih memerlukan sosialisasi yang lebih luas. Berdasarkan data yang disampaikan, animo pendaftar Tamtama tercatat 848 orang, dengan 396 orang telah tervalidasi dan 318 orang belum tervalidasi. Rincian tersebut belum mencakup seluruh kategori pendaftar sehingga angka sisanya belum dapat dipastikan.

 

Menurut Annas, masyarakat perlu memahami bahwa jumlah peminat berbeda dengan jumlah prajurit yang akan diterima. Alokasi penerimaan masih menunggu keputusan dari komando yang berwenang.

 

“Kalau kuota itu sampai sekarang belum turun. Baru sebatas animo ini,” ujarnya.

 

Karena itu, calon peserta diimbau tidak menjadikan angka pendaftar sebagai patokan kelulusan. Setiap peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Pendaftaran TNI Gratis, Masyarakat Diminta Waspada Calo

Selain menyampaikan perkembangan animo pendaftar, Kodim 1606/Mataram menekankan pentingnya menjaga integritas proses penerimaan prajurit. Annas memastikan bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya dan meminta masyarakat tidak menggunakan jasa perantara yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

 

“Penerimaan ini insya Allah bersih, karena blanko dikirim langsung kepada calon untuk diprint dan diperbanyak sendiri sesuai pendaftaran online yang dilakukan oleh masing-masing calon.” tegas Annas.

 

Ia mengatakan, pesan tersebut telah disampaikan kepada tim yang bertugas agar calon peserta memperoleh informasi yang benar sejak awal proses pendaftaran.

 

Menurutnya, calon prajurit tidak perlu mencari jalan pintas untuk mengikuti seleksi. Jika terdapat persyaratan yang belum dipahami atau informasi yang meragukan, masyarakat disarankan bertanya langsung kepada petugas resmi.

 

“Tidak dipungut biaya,” katanya saat menegaskan ketentuan biaya pendaftaran.

 

Annas menjelaskan, calon peserta mungkin perlu mengeluarkan biaya pribadi untuk menyiapkan dokumen, mencetak berkas, atau membuat fotokopi. Namun, pengeluaran tersebut berbeda dengan biaya pendaftaran resmi.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku memiliki akses khusus atau mampu menjamin kelulusan. Tawaran semacam itu berpotensi merugikan calon peserta beserta keluarganya.

 

Apabila menemukan dugaan penipuan, masyarakat dapat menyimpan bukti komunikasi dan menyampaikannya kepada petugas atau pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

 

Lulusan SMA hingga Perguruan Tinggi Bisa Mengikuti Seleksi

Untuk memperluas kesempatan masyarakat, Annas menjelaskan bahwa lulusan SMA dapat mendaftar melalui jalur Bintara maupun Tamtama sesuai persyaratan masing-masing. Lulusan Paket C dapat mengikuti jalur Tamtama berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

Sementara itu, lulusan perguruan tinggi juga dapat mengikuti penerimaan sepanjang memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan khusus pada jalur yang dipilih.

 

Persyaratan tersebut mencakup ketentuan akademik, kesehatan, jasmani, psikologi, serta persyaratan lain sesuai aturan resmi penerimaan. Oleh sebab itu, calon peserta perlu memeriksa ketentuan terbaru sebelum melengkapi dokumen dan mengikuti tahapan seleksi.

 

Annas turut mengingatkan bahwa jadwal pendaftaran yang direncanakan berlangsung hingga Desember dapat berubah apabila kebutuhan alokasi telah terpenuhi. Karena itu, masyarakat yang berminat perlu memantau pengumuman resmi dan tidak menunda pencarian informasi.

 

Seleksi Transparan, Peluang Harus Diikuti Persiapan

Bagi generasi muda yang bercita-cita mengabdi kepada bangsa melalui TNI AD, kesempatan mengikuti seleksi perlu dimanfaatkan dengan persiapan yang matang. Memahami persyaratan, menjaga kondisi kesehatan, mempersiapkan kemampuan jasmani, dan melengkapi dokumen menjadi bagian penting dari proses tersebut.

 

Namun, persiapan itu harus berjalan seiring dengan pemahaman bahwa kelulusan tidak dapat dijamin oleh siapa pun di luar mekanisme seleksi resmi.

 

Melalui penyampaian informasi yang terbuka, Kodim 1606/Mataram mendorong masyarakat agar berani bertanya, cermat menerima informasi, dan menjauhi praktik percaloan. Sosialisasi jalur Tamtama juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak calon peserta yang memenuhi persyaratan.

 

Dengan demikian, tingginya animo masyarakat terhadap penerimaan Bintara dapat menjadi momentum untuk memperluas pemahaman tentang jalur rekrutmen lainnya. Pada saat yang sama, penegasan bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya menjadi pengingat bahwa kesempatan mengabdi melalui TNI harus ditempuh secara jujur, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *