Mataram, NTB – Di balik kesederhanaan hidupnya di Panti Asuhan Dharma Laksana, Mataram, tersimpan sebuah cita-cita besar dalam diri I Nengah Arya Dinata. Anak yatim ini ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat (TNI AD). Dengan tekad yang terus dipupuk, Arya kini mempersiapkan diri mengikuti seleksi Calon Bintara TNI AD Tahun Anggaran 2027, didampingi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pagutan, Serma Andre Pradana Putra anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 1606/Mataram.
Perjalanan Arya bukanlah perjalanan yang mudah. Kehilangan ayah dalam peristiwa tragis menjadi bagian berat dari perjalanan hidupnya. Namun, keadaan tersebut tidak memadamkan semangatnya untuk menatap masa depan. Di tengah keterbatasan, ia memilih untuk terus berusaha dan membangun harapan melalui pendidikan, kedisiplinan, serta cita-cita menjadi seorang prajurit.
Menumbuhkan Harapan dari Lingkungan Panti Asuhan
Sehari-hari, Arya tinggal di Panti Asuhan Dharma Laksana, Mataram. Di tempat inilah ia menjalani kehidupan sekaligus menata masa depan. Keinginannya menjadi anggota TNI AD bukan sekadar impian, melainkan tujuan yang ingin diperjuangkan melalui persiapan dan kerja keras.
Bagi Arya, kesempatan mengikuti seleksi Bintara TNI AD merupakan langkah penting untuk membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia ingin menunjukkan bahwa anak yang tumbuh di panti asuhan juga memiliki kesempatan untuk mengabdi kepada negara, selama mau berusaha dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
“Saya ingin menjadi prajurit TNI AD dan mengabdi kepada bangsa dan negara. Walaupun saya tinggal di panti asuhan dan memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah, saya tidak ingin menyerah. Saya akan terus berusaha, belajar, berlatih, dan berdoa agar bisa mengikuti seleksi dengan baik serta membanggakan orang-orang yang selama ini mendukung saya,” ucapnya, Kamis (8/10/2026) siang, disela-sela registrasi di Makodim 1606/Mataram.
Babinsa Hadir Mendampingi Langkah Arya
Kepedulian terhadap masa depan generasi muda menjadi salah satu wujud kedekatan TNI dengan masyarakat. Hal tersebut tercermin melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa Pagutan Koramil 1606-05/Mataram, Serma Andre Pradana Putra, kepada Arya dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi Calon Bintara TNI AD Tahun Anggaran 2027.
Pendampingan ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus motivasi agar Arya semakin percaya diri dalam mengejar cita-citanya. Dengan arahan dan bimbingan yang tepat, ia diharapkan dapat mempersiapkan diri secara bertahap, memahami tahapan seleksi, serta membangun kedisiplinan dan mental yang kuat.
“Saya ingin Arya percaya bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik. Tugas kami adalah memberikan motivasi, mendampingi proses persiapannya, dan mengingatkan bahwa setiap cita-cita harus diperjuangkan dengan disiplin, kejujuran, doa, serta kerja keras,” tegasnya.
Membuktikan Bahwa Anak Yatim Juga Bisa Bermimpi Besar
Bagi Arya, perjalanan menuju seragam kebanggaan TNI AD masih panjang. Seleksi Calon Bintara membutuhkan persiapan yang matang dan harus dilalui sesuai ketentuan resmi yang berlaku. Karena itu, pendampingan dan dukungan dari lingkungan sekitar menjadi bekal penting agar ia mampu menghadapi setiap tahapan dengan optimistis.
Kisah Arya juga menyampaikan pesan bahwa masa lalu tidak harus menentukan seluruh masa depan seseorang. Anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan tetap berhak memiliki mimpi besar, mendapatkan kesempatan, dan memperoleh dukungan untuk mengembangkan potensinya.
Melalui kepedulian Babinsa Pagutan, harapan Arya untuk menjadi prajurit TNI AD mendapat dukungan dalam proses persiapannya. Namun, keberhasilan tetap akan ditentukan oleh kemampuan, kesiapan, serta hasil seleksi sesuai persyaratan yang berlaku.
Kini, Arya terus melangkah dengan satu harapan: membuktikan bahwa seorang anak yatim dari panti asuhan pun dapat berjuang meraih cita-cita menjadi abdi negara. Perjalanannya menjadi pengingat bahwa kepedulian sederhana, ketika diberikan dengan tulus dan tepat, dapat menumbuhkan keyakinan besar dalam diri seorang anak untuk menatap masa depan.
Sebab, setiap anak berhak bermimpi, dan setiap mimpi layak diperjuangkan dengan kesempatan, pendampingan, serta semangat pantang menyerah.











