Binkam

Jamin Stabilitas Pasokan, Polsek Sekotong Intensifkan Patroli dan Monitoring di Sejumlah SPBU

×

Jamin Stabilitas Pasokan, Polsek Sekotong Intensifkan Patroli dan Monitoring di Sejumlah SPBU

Sebarkan artikel ini
Pasca Penyesuaian Harga BBM, Polsek Sekotong Pastikan Pasokan Aman

Kepolisian Sektor Sekotong, Polres Lombok Barat, bergerak cepat menyikapi kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang diberlakukan oleh Pertamina. Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui kegiatan patroli intensif serta koordinasi melekat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah hukum Polsek Sekotong, guna memastikan ketersediaan stok serta menjaga kondusivitas keamanan masyarakat.

Langkah preventif ini diambil untuk mengantisipasi potensi gejolak di tengah masyarakat, seperti adanya aksi borong (panic buying) maupun antrean panjang yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum. Melalui pemantauan langsung di lapangan, kepolisian berkomitmen memastikan bahwa proses distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal dan tepat sasaran.

Pemantauan Ketat Ketersediaan Stok BBM di Wilayah Sekotong

Pada hari Senin (15/06/2026) pukul 10.00 WITA, Kanit SPKT I Polsek Sekotong bersama dengan personil piket jaga dan piket Fungsi Intelkam (IK) Polsek Sekotong turun langsung melaksanakan patroli dan monitoring. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memantau volume ketersediaan stok BBM, baik jenis subsidi maupun non-subsidi, di dua SPBU utama yang melayani kebutuhan masyarakat Kecamatan Sekotong.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pasca-adanya kebijakan penyesuaian harga dari pemerintah dan Pertamina.

“Kami sengaja menerjunkan personel untuk memastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Sekotong tetap aman dan mencukupi kebutuhan harian warga. Koordinasi dengan pihak manajemen SPBU juga terus kami lakukan agar pelayanan tetap berjalan optimal tanpa kendala,” ujar Iptu I Ketut Suriarta.

Detail Pasokan Operasional di SPBU Empol dan SPBU Sayong

Dalam rangkaian patroli tersebut, petugas melakukan pengecekan mendetail terhadap kapasitas dan sisa stok riil di masing-masing tangki penyimpanan SPBU. Lokasi pertama yang disambangi adalah SPBU 56.833.13 yang terletak di Empol, Desa Persiapan Empol.

Berdasarkan data yang dihimpun petugas di lapangan, stok untuk BBM jenis Pertalite tercatat berada di angka 16.000 liter dengan rata-rata pasokan mencapai 8 ton per hari. Sementara itu, untuk BBM jenis Pertamax 92, ketersediaan stok berada di angka 1.000 liter dengan siklus pengiriman 8 ton per tiga bulan. Namun, untuk BBM jenis Bio Solar, kondisi stok di SPBU Empol saat ini dilaporkan sedang kosong, di mana jadwal pengiriman rutinnya adalah sebanyak 8 ton dengan frekuensi tiga kali dalam sebulan. Adapun jam operasional pelayanan penjualan di SPBU Empol ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA.

Perjalanan patroli kemudian dilanjutkan menuju lokasi kedua, yakni SPBU 55.833.19 yang bertempat di Sayong, Desa Cendi Manik. Di tempat ini, petugas mencatat ketersediaan stok BBM relatif lebih bervariasi. Untuk BBM jenis Pertalite, stok terdata masih aman di angka 6.000 liter, dan untuk Pertamax 92 juga berada di volume yang sama, yakni 6.000 liter.

Bagi pengguna kendaraan bermesin diesel, ketersediaan BBM jenis Bio Solar di SPBU Sayong masih tersedia cukup banyak dengan stok mencapai 8.000 liter, meskipun untuk jenis Pertamina Dex dilaporkan dalam kondisi kosong. SPBU Sayong sendiri memiliki durasi operasional yang lebih panjang, yaitu melayani konsumen mulai pukul 07.00 WITA dan baru menutup operasionalnya pada pukul 21.00 WITA.

Situasi Kondusif dan Tidak Ditemukan Antrean Panjang

Meskipun saat ini tengah bergulir penyesuaian harga untuk varian BBM non-subsidi, suasana di kedua fasilitas pengisian bahan bakar tersebut terpantau sangat kondusif. Berdasarkan pengamatan visual personel Kepolisian dan laporan dari para karyawan retail di lapangan, tidak tampak adanya antrean kendaraan yang mengular, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa dinamika aktivitas pengisian bahan bakar oleh warga masih berada dalam koridor wajar. Kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas jual beli berjalan seperti hari-hari biasa tanpa ada lonjakan permintaan yang ekstrem.

“Dari hasil pemantauan langsung tim kami di lapangan, situasi di SPBU Empol maupun SPBU Sayong masih sangat normal seperti hari-hari sebelumnya. Kami juga memastikan tidak ada penumpukan pembelian yang menggunakan jerigen secara ilegal, sehingga potensi kemacetan di sekitar area SPBU dapat dihindari,” jelas Kapolsek Sekotong.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan pemantauan, koordinasi, dan pengecekan terkait dampak penyesuaian harga BBM di wilayah Kecamatan Sekotong ini berakhir pada pukul 11.00 WITA. Seluruh tahapan monitoring berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya potensi gangguan kamtibmas yang berarti. Pihak Polsek Sekotong menyatakan akan tetap melakukan pengawasan berkala secara rutin demi menjamin kenyamanan masyarakat dalam mengakses kebutuhan energi pokok mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *