Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan oleh aparat kepolisian di wilayah hukum Lombok Barat. Sebagai langkah preventif menghadapi potensi gangguan keamanan, Satuan Samapta Polres Lombok Barat konsisten menggelar patroli malam hingga menjelang subuh. Langkah ini diambil guna menekan angka kriminalitas dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas serta beristirahat dengan rasa aman.
Pada Senin (08/05/2026), sekitar pukul 04:30 WITA, Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lombok Barat menyisir sejumlah titik krusial yang dinilai rawan terjadi gangguan kamtibmas. Salah satu lokasi yang menjadi fokus utama dalam pergerakan kali ini adalah kawasan Taman Giri Menang Gerung, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Lokasi ini kerap menjadi tempat berkumpulnya para pemuda, bahkan hingga dini hari dan menjelang waktu subuh.
Antisipasi Aksi Kriminalitas 3C dan Balap Liar
Patroli yang bergerak pada jam rawan tersebut secara khusus menyasar antisipasi terhadap aksi kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), atau yang akrab disebut aksi 3C. Selain ancaman kriminalitas tersebut, petugas juga mengantisipasi adanya indikasi balap liar yang kerap memanfaatkan jalanan sepi pada waktu subuh, serta bentuk gangguan keamanan lainnya yang dapat meresahkan warga sekitar.
Dalam operasi tersebut, kekuatan personel yang dikerahkan berjumlah empat personel teruji dari Tim Patroli Perintis Presisi. Kehadiran petugas di lapangan ini bertujuan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas pagi hari.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Reza Ihyaul Itsnain, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam-jam krusial merupakan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Pihaknya tidak akan melonggarkan pengawasan, terutama di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi.
“Kami terus berkomitmen meminimalisir segala bentuk potensi gangguan keamanan di wilayah Lombok Barat. Patroli pada jam rawan, seperti menjelang subuh ini, sangat efektif untuk mencegah niat dan kesempatan para pelaku kejahatan, termasuk mengantisipasi anak-anak muda yang kerap menyalahgunakan waktu subuh untuk kegiatan negatif seperti balap liar,” ujar Iptu Reza Ihyaul Itsnain.
Edukasi Humanis dan Penyisiran Jalur Bypass Banyumulek
Saat melintas di area Taman Giri Menang Gerung, petugas mendapati sekumpulan anak muda yang masih nongkrong di pinggir jalan meski waktu sudah menunjukkan menjelang pagi. Menanggapi situasi tersebut, personel yang bertugas segera mengambil tindakan persuasif dan humanis dengan memberikan imbauan secara langsung agar mereka segera membubarkan diri.
Langkah pembubaran ini dilakukan demi kebaikan para remaja tersebut agar terhindar dari potensi menjadi korban maupun pelaku kejahatan jalanan. Petugas meminta mereka untuk segera kembali ke rumah masing-masing, selalu berhati-hati dalam menjaga keamanan di lingkungan sekitar, serta bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.
Setelah memastikan kawasan Taman Giri Menang bersih dari kerumunan yang tidak diperlukan, Tim Patroli Perintis Presisi melanjutkan pergerakannya ke wilayah lain. Petugas melakukan penyisiran dan patroli intensif di seputaran jalur publik Bypass Banyumulek. Jalur ini menjadi perhatian khusus karena karakteristik jalannya yang lurus dan mulus kerap disalahgunakan oleh oknum remaja untuk menggelar aksi balap liar yang membahayakan pengguna jalan lainnya. Berkat kesiapsiagaan petugas, situasi di sepanjang jalur tersebut terpantau aman, tertib, dan terkendali hingga kegiatan patroli selesai dilaksanakan.











