LOMBOK BARAT – Upaya menjaga stabilitas pasokan pangan terus digencarkan oleh jajaran kepolisian di wilayah Nusa Tenggara Barat. Langkah ini juga bertujuan untuk mendukung kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan. Dalam langkah nyata mendukung program ketahanan pangan nasional, kepolisian melakukan pengawalan ketat terhadap proses distribusi hasil bumi. Pengawalan dilakukan dari sektor pertanian lokal menuju gudang penyimpanan pemerintah.
Langkah strategis ini terlihat dalam aktivitas monitoring dan pendampingan komoditas pertanian di wilayah Kecamatan Gerung. Aparat kepolisian memastikan seluruh proses distribusi berjalan tanpa hambatan. Hal ini dilakukan guna menjaga rantai pasok pangan tetap aman. Selain itu, prosesnya juga dipastikan agar selalu sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sinergi Kawal Distribusi Jagung Demi Ketahanan Pangan
Pada hari Jumat (05/06/2026) pukul 15.00 WITA, petugas melaksanakan kegiatan monitoring sekaligus pendampingan lapangan. Kegiatan ini menyasar pendistribusian dan penjualan stok jagung milik UD Muzamin. Komoditas yang berasal dari Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat ini disalurkan langsung. Tujuan penyalurannya adalah menuju Gudang BULOG NTB (PT Trisno Adi) yang berada di kawasan Narmada.
Pendampingan melekat ini dilakukan secara langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Gapuk, AIPTU Muzamin. Dalam menjalankan tugasnya, beliau bersinergi dengan pengelola Gudang UD Muzamin, H. Rusni. Kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada pihak yang terlibat. Mereka juga memastikan bahwa proses tata niaga hasil pertanian dari hulu ke hilir dapat berjalan transparan. Proses tersebut harus berjalan lancar tanpa adanya kendala teknis maupun keamanan.
Standar Mutu Cadangan Pangan Nasional
Dalam proses pemindahan komoditas tersebut, tercatat jumlah stok jagung yang didistribusikan mencapai 12.320 kilogram. Jumlah tersebut setara dengan 12 ton 320 kilogram jagung. Sebelum diberangkatkan menuju gudang penyerapan, seluruh komoditas telah melalui pemeriksaan kualitas secara ketat. Hal ini penting untuk memastikan kelayakan simpan komoditas tersebut.
Berdasarkan hasil pengujian, komoditas jagung ini memiliki mutu kadar air sebesar 13,9 persen. Angka tersebut dinyatakan memenuhi kriteria yang berlaku. Hal ini mengingat persyaratan maksimal kadar air yang ditetapkan oleh BULOG adalah sebesar 14 persen.
Proses jalannya pemuatan dan pengiriman ini disaksikan langsung oleh petugas dari pihak terkait. Petugas tersebut memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan secara berkala. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran serta kesesuaian prosedur distribusi. Tujuannya agar komoditas yang diserap oleh pemerintah benar-benar memiliki kualitas terbaik untuk mendukung agenda ketahanan pangan.
Komitmen Kepolisian dalam Menjaga Stabilitas Harga
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, memberikan pernyataan resmi. Beliau menjelaskan terkait urgensi dari kegiatan pengawalan komoditas pertanian ini. Pihaknya menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh untuk mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Fokus utama mereka saat ini adalah pengawalan pada sektor pangan.
“Kegiatan pendampingan penjualan dan pendistribusian stok jagung ini merupakan bagian dari upaya strategis Polri. Kami berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan daerah serta menjaga stabilitas harga di pasaran. Dengan tersalurkannya hasil panen ini ke Gudang BULOG, diharapkan dapat turut serta memenuhi stok cadangan pangan pemerintah. Langkah ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi para petani di wilayah Gerung,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran.
Langkah penyerapan hasil tani oleh BULOG yang dikawal oleh pihak kepolisian ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif. Salah satunya adalah mengantisipasi fluktuasi harga yang kerap merugikan tingkat pendapatan petani saat musim panen tiba. Melalui sistem tata niaga yang sehat dan diawasi dengan baik, petani mendapatkan kepastian pasar dengan harga yang adil.
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan pendistribusian belasan ton jagung tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kapolsek Gerung memastikan bahwa pengawasan dan pengendalian (wasdal) di lapangan akan terus dilakukan secara konsisten. Mereka akan terus mengawal aktivitas-aktivitas serupa ke depan. Hal ini demi terciptanya kondusifitas kamtibmas ekonomi serta penguatan ketahanan pangan di wilayah hukum Lombok Barat.











