Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor Lombok Barat terus berkomitmen untuk memperkuat kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat. Upaya ini dilakukan guna menjaga situasi kondusif di wilayah hukumnya. Langkah nyata ini kembali ditunjukkan melalui program rutin Quickwins Presisi Polri bertajuk “Jumat Curhat”. Kegiatan dialogis yang berlangsung hangat tersebut digelar di Dusun Karang Kebon, Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026 ini menyasar para tokoh pemuda setempat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi wadah efektif untuk mendengar langsung keluhan warga. Mereka juga menyerap masukan hingga kritik membangun demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan keamanan lingkungan.
Ruang Dialogis Kapolres Lombok Barat Melalui Satbinmas
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., memimpin langsung jalannya diskusi ini. Beliau diwakili oleh Kasat Binmas, Iptu Muh. Mahrip, yang didelegasikan kepada Kanit Bintibsos Ipda Rusdin serta Kanit Binpolmas Aiptu Budi Hari Santoso. Bersama tim yang terdiri dari Aiptu I Made Indra Semadi, Aiptu Rumawan, dan Aipda Alimudin, pihak kepolisian disambut hangat. Sekitar 10 orang perwakilan tokoh pemuda setempat hadir menyambut mereka.
Dalam pembukaannya, Kanit Bintibsos Polres Lombok Barat, Ipda Rusdin, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pemuda. Apresiasi diberikan karena mereka telah memfasilitasi ruang pertemuan ini. Ia menegaskan bahwa program Jumat Curhat adalah sarana resmi yang dibentuk untuk memangkas jarak antara Polri dan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada para tokoh pemuda yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan Jumat Curhat ini. Kegiatan ini merupakan program Quickwins Presisi Polri yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Ini menjadi sarana menerima informasi, pengaduan, kritik, maupun saran langsung dari masyarakat,” ujar Ipda Rusdin saat membuka sosialisasi.
Ipda Rusdin juga menggarisbawahi betapa pentingnya kolaborasi aktif antara kepolisian dengan para pemuda. Kolaborasi ini khususnya melibatkan Bhabinkamtibmas untuk menciptakan terobosan kreatif dalam menjaga keamanan desa. Menurutnya, situasi kondusif yang dinikmati masyarakat Lombok Barat saat ini tidak lepas dari peran serta aktif warga. Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, Polres Lombok Barat turut menyosialisasikan layanan Call Center 110. Layanan ini bebas pulsa dan beroperasi selama 24 jam penuh untuk kedaruratan.
Apresiasi senada juga datang dari tokoh pemuda Desa Bagik Polak, Baiq Fatmawati. Dalam sambutannya, ia memuji konsistensi Polri dalam menjemput bola. Langkah ini dinilai efektif demi mendengar kegelisahan warga di tingkat bawah.
“Kami menilai kegiatan Jumat Curhat ini sangat positif untuk mendengar keluhan masyarakat secara langsung. Kami berharap pelayanan kepolisian terus ditingkatkan. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Jumat Curhat yang sudah hadir di desa kami,” ungkap Baiq Fatmawati.
Solusi Konkret Melalui Jumat Curhat untuk Pernikahan Dini dan Kejahatan Siber
Dalam sesi dialog, Baiq Fatmawati membawa dua isu krusial yang saat ini menjadi perhatian besar para pemuda. Isu pertama menyangkut maraknya fenomena pernikahan dini yang membutuhkan penanganan preventif dari sisi edukasi. Sementara isu kedua berkaitan dengan derasnya arus informasi digital. Mereka membahas cara membentengi generasi muda dari bahaya berita bohong (hoax) serta maraknya akses judi online.
Menanggapi persoalan pernikahan usia anak, Ipda Rusdin menjelaskan bahwa Satbinmas Polres Lombok Barat telah bergerak masif. Mereka sejauh ini rutin melakukan edukasi ke sekolah-sekolah terkait dampak buruk pernikahan dini dari berbagai aspek. Kendati demikian, ia menekankan perlunya keterlibatan tokoh lokal.
“Kami dari Satbinmas Polres Lombok Barat selalu memberikan sosialisasi bahaya dan dampak dari pernikahan dini kepada putra-putri yang ada di sekolah-sekolah. Namun, kami juga memohon kerja sama antara tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Desa Bagik Polak. Mari kita sama-sama memberikan edukasi secara konsisten,” jelas Ipda Rusdin.
Terkait ancaman di dunia siber, pihak kepolisian meminta sinergi tiga pilar di tingkat desa untuk lebih aktif. Sinergi ini melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh pemuda untuk mengawasi serta mengedukasi remaja agar menjauhi judi online. Ipda Rusdin memastikan bahwa penegakan hukum di ruang digital terus berjalan. Langkah ini ditempuh melalui koordinasi Korps Bhayangkara bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Tim Siber Polri. Mereka rutin melakukan patroli dan pemblokiran situs ilegal.
“Untuk penyebaran berita hoax, kami memohon kepada masyarakat agar jangan mudah percaya. Jangan gampang terprovokasi terhadap berita yang muncul di media sosial. Biasakan selalu melakukan pengecekan atau check and recheck mengenai kebenaran informasi tersebut sebelum membagikannya,” tambahnya.
Ajakan Menjaga Solidaritas Lingkungan
Menutup rangkaian kegiatan, Kanit Binpolmas Polres Lombok Barat, Aiptu Budi Hari Santoso, memberikan imbauan penutup. Imbauan tersebut bersifat ajakan normatif demi ketenteraman wilayah. Ia meminta para pemuda Desa Bagik Polak untuk tetap solid. Mereka juga diminta tidak ragu memanfaatkan jalur komunikasi yang ada jika menemukan potensi gangguan keamanan maupun bencana alam.
“Laporkan segera ke Polri jika ada gangguan Kamtibmas ataupun bencana alam melalui layanan 110. Anda juga bisa melaporkannya langsung ke Bhabinkamtibmas di Polsek terdekat. Kami berharap rekan-rekan sekalian tetap menjaga kekompakan antar sesama pemuda dan warga Desa Bagik Polak. Hal ini penting demi menjaga kondusifitas wilayah kita bersama,” pungkas Aiptu Budi Hari Santoso melalui forum Jumat Curhat tersebut.











