Binkam

Polisi di Lombok Barat Kawal Ketahanan Pangan ke Bulog

×

Polisi di Lombok Barat Kawal Ketahanan Pangan ke Bulog

Sebarkan artikel ini
Kawal Ketahanan Pangan, Polisi Lombok Barat Pasok Bulog

Kediri, Lombok Barat – Pengawalan intensif terhadap rantai distribusi hasil pertanian terus dilakukan oleh jajaran kepolisian. Guna memastikan keberhasilan program ketahanan pangan di tingkat daerah.

Menindaklanjuti rangkaian pemantauan lahan yang telah berjalan sebelumnya, Bhabinkamtibmas Desa Gelogor melaksanakan kegiatan pendampingan langsung.

Dalam proses pengiriman komoditas jagung hasil panen warga menuju gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) pada Selasa (19/5/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam mengawal kebijakan strategis nasional dari hulu hingga ke hilir.

Proses penyerapan hasil bumi ini mendapat pengawalan ketat oleh personel Bhabinkamtibmas setempat. Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tanpa kendala.

Di lokasi bongkar muat yang berada di area pergudangan logistik, petugas kepolisian tampak mendampingi pengemudi armada pikap yang mengangkut puluhan karung putih berisi jagung pipil siap edar.

Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya sekadar melakukan penjagaan, melainkan juga ikut memeriksa dokumen nota manifes pengiriman.

Bersama perwakilan pengirim guna memastikan kuantitas dan legalitas administratif distribusi berjalan dengan valid dan transparan.

Mengawal Rantai Logistik dan Ketahanan Pangan Daerah

Kegiatan pendampingan pengiriman ini memuat beberapa esensi penting di lapangan, salah satunya adalah kepastian penyerapan hasil tani.

Melalui pengawasan yang melekat, kepolisian berusaha memastikan hasil panen jagung dari optimalisasi lahan persawahan warga Desa Gelogor dapat terserap secara langsung oleh lembaga resmi negara.

Langkah preventif ini dinilai sangat efektif untuk meminimalisir risiko kerugian yang kerap dialami para petani. Akibat permainan harga yang tidak sehat di tingkat tengkulak atau spekulan pasar.

Selain melindungi kesejahteraan para petani lokal, penyaluran hasil bumi daerah ke gudang Bulog ini juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap aspek ketahanan pangan nasional.

Penyaluran komoditas secara berkala merupakan langkah nyata untuk memperkuat stok cadangan pangan nasional (buffer stock).

Untuk menghadapi fluktuasi pasokan pangan serta ketidakpastian ekonomi global yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kelancaran distribusi logistik dari desa menjadi sangat krusial.

Realisasi Ketahanan Pangan Melalui Swasembada

Pengawalan rantai logistik dari area persawahan hingga masuk ke gudang negara ini menjadi bukti konkret komitmen Polres Lombok Barat. Dalam menyukseskan visi Asta Cita pemerintah menuju kemandirian ekonomi agraris dan Swasembada Pangan Nasional.

Sinergi yang kuat antara kepolisian, masyarakat, dan instansi terkait diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kediri, AKP Iwan Purwanto, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di setiap tahapan pertanian merupakan bentuk dukungan total.

Terhadap agenda ketahanan pangan yang tangguh. Pihaknya akan terus mengawal aktivitas produktif masyarakat demi kesejahteraan bersama.

“Kami berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh rangkaian program ketahanan pangan ini. Mulai dari fase penanaman hingga hasil panen tersebut benar-benar sampai ke gudang Bulog dengan aman,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para petani. Serta memastikan bahwa hak-hak ekonomi mereka terlindungi dari praktik-praktik tengkulak yang merugikan.

“Ini adalah wujud nyata dari implementasi visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” ujar AKP Iwan Purwanto.

Percontohan Kedaulatan Pangan dari Hulu ke Hilir

Melalui pengawalan yang terintegrasi secara berkala mulai dari masa pembukaan lahan. Kemudian perawatan tanaman, hingga proses distribusi akhir ke tangan negara, sinergi untuk mewujudkan ketahanan pangan yang Tangguh. Seperti di Desa Gelogor, agar berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Pola pendampingan yang menyentuh akar rumput ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Melainkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya pada musim-musim tanam berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *