SENGGIGI – Menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di kawasan wisata dan pesisir pantai merupakan prioritas utama aparat kepolisian, terutama pada saat akhir pekan. Guna memastikan hal tersebut, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat melakukan pengawasan ketat di sepanjang garis pantai Senggigi hingga Batu Layar. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas serta memberikan perlindungan bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan secara rutin melalui Pos Pol Airud Senggigi dengan fokus utama pada pemantauan aktivitas warga dan pemeriksaan sarana keselamatan laut. Berdasarkan laporan situasi keamanan yang berlangsung sejak Minggu malam, 19 April 2026, hingga Senin pagi, 20 April 2026, kondisi di wilayah hukum Polres Lombok Barat dilaporkan tetap kondusif dan terkendali.
Patroli Dialogis dan Himbauan Keselamatan Masyarakat
Dalam menjalankan tugasnya, personel piket Pos Airud Senggigi memulai giat rutin sejak pukul 20:00 WITA. Para petugas melakukan patroli jalan kaki menyisir kawasan Pantai Batu Layar. Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi tindak kejahatan 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor), serta gangguan keamanan lainnya yang mungkin muncul di keremangan malam.
Selain mengincar sektor keamanan, petugas juga aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat pesisir. Dalam interaksi tersebut, polisi memberikan edukasi penting mengenai keselamatan diri. Hal ini dipicu oleh pengamatan petugas terhadap kondisi alam yang mulai menunjukkan perubahan pola cuaca dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Lombok Barat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan sekadar untuk pengawasan fisik, melainkan juga untuk memberikan rasa aman secara psikologis bagi warga dan wisatawan.
“Kami telah menginstruksikan kepada anggota piket di Pos Senggigi untuk terus melaksanakan himbauan kepada warga yang beraktivitas di pesisir pantai. Kami meminta mereka agar selalu berhati-hati terhadap cuaca yang saat ini terpantau kurang bersahabat. Langkah ini sangat penting guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama bagi warga yang masih berada di bibir pantai saat malam hari,” ungkap AKP L. Nursidi dalam keterangannya.
Edukasi Bagi Nelayan dan Pemeriksaan Alutsista
Perhatian khusus juga diberikan kepada komunitas nelayan tradisional yang menjadi bagian vital dari ekonomi pesisir. Mengingat cuaca yang kadang berubah secara mendadak, Sat Polairud melalui kegiatan Pemolisian Masyarakat (Polmas) mengingatkan para nelayan untuk tidak meremehkan faktor keselamatan saat hendak melaut. Pengecekan alat keselamatan seperti pelampung (life jacket) menjadi salah satu poin yang ditekankan oleh petugas di lapangan.
AKP L. Nursidi menambahkan bahwa kewaspadaan nelayan adalah kunci utama dalam menekan angka kecelakaan laut (laka laut). Menurutnya, cuaca yang kurang bersahabat dapat menimbulkan risiko tinggi jika tidak dibarengi dengan kesiapan alat keselamatan yang memadai.
“Personel kami secara langsung memberikan himbauan kepada nelayan yang akan mencari ikan agar senantiasa berhati-hati. Kami menekankan agar mereka selalu menyediakan alat keselamatan dalam berlayar. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama sebelum mengejar hasil tangkapan,” jelasnya.
Selain melakukan pembinaan kepada masyarakat, personel juga memastikan kesiapan operasional alat utama (Alut) milik Polri. Dalam pengecekan rutin, Kapal XXI-1008 yang bersandar di Pos Senggigi dipastikan berada dalam posisi tertambat aman pada mooring. Setelah memastikan seluruh sarana prasarana aman, anggota tetap dalam posisi siaga (standby) di pos untuk merespons setiap laporan dari masyarakat dengan cepat.
Kondisi Cuaca dan Stabilitas Keamanan Wilayah
Berdasarkan pemantauan teknis di lapangan hingga pukul 08:00 WITA pada Senin pagi, situasi cuaca di kawasan Senggigi terpantau cukup cerah namun tetap memerlukan kewaspadaan. Kecepatan angin tercatat berada di kisaran 2-5 knot dengan kondisi gelombang di pinggir pantai yang cenderung landai. Meskipun situasi alam tampak tenang, aparat tidak ingin lengah sedikitpun.
Sejauh ini, efektivitas patroli yang dilakukan menunjukkan hasil yang positif. Sat Polairud Polres Lombok Barat melaporkan bahwa dalam kurun waktu 1×12 jam tersebut, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol. Kasus-kasus yang biasanya menjadi perhatian di wilayah perairan seperti laka laut, illegal fishing, illegal logging, maupun peredaran minyak ilegal dinyatakan nihil.
Stabilitas ini diharapkan dapat terus terjaga sehingga citra Senggigi sebagai destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Barat tetap aman dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung. Komitmen Polres Lombok Barat dalam mengawal wilayah pesisir akan terus diperkuat melalui patroli berkala dan kolaborasi aktif bersama masyarakat setempat.











