Binkam

Optimalisasi Serapan Jagung, Polsek Lembar Dampingi Petani Distribusikan Hasil Panen ke Bulog

×

Optimalisasi Serapan Jagung, Polsek Lembar Dampingi Petani Distribusikan Hasil Panen ke Bulog

Sebarkan artikel ini
Optimalisasi Serapan Jagung, Polsek Lembar Dampingi Petani Distribusikan Hasil Panen ke Bulog
Optimalisasi Serapan Jagung, Polsek Lembar Dampingi Petani Distribusikan Hasil Panen ke Bulog

LOMBOK BARAT – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan kesejahteraan petani lokal, Kepolisian Sektor (Polsek) Lembar, Polres Lombok Barat, melakukan pengawalan intensif terhadap distribusi hasil panen jagung menuju Gudang Bulog. Langkah ini diambil untuk memastikan proses penyerapan hasil bumi berjalan lancar sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Melalui Ps. Kanit Binmas Polsek Lembar, pihak kepolisian aktif melakukan monitoring serapan jagung di Gudang Bulog Nyiur Lembang serta memberikan pendampingan langsung kepada kelompok tani. Fokus utama kegiatan ini adalah menggerakkan Kelompok Tani (Poktan) Karang Anyar yang berlokasi di Dusun Karang Anyar, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, agar dapat menyalurkan hasil panen mereka secara kolektif ke pihak Bulog.

Realisasi Distribusi Hasil Panen Poktan Karang Anyar

Upaya pendampingan tersebut membuahkan hasil nyata pada Rabu, 15 April 2026. Salah satu anggota Poktan Karang Anyar, I Nengah Parwatha, secara resmi mendistribusikan jagung hasil panennya ke Gudang Bulog Nyiur Lembang. Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 47 karung jagung dengan berat bersih rata-rata 70 kilogram per karung telah berhasil dikirimkan menggunakan satu unit truk pengangkut.

Secara total, volume jagung yang didistribusikan dalam pengiriman tersebut mencapai 3,290 ton. Proses pengiriman ini dipantau langsung oleh personel kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketepatan administrasi dari titik muat hingga ke gerbang gudang penyimpanan. Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan kepolisian dalam mendukung program swasembada pangan di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah petani bukan sekadar pengamanan, melainkan sebagai bentuk motivasi agar masyarakat lebih percaya diri dalam melakukan transaksi dengan lembaga negara seperti Bulog.

“Kami terus melakukan pendampingan kepada para petani agar mereka termotivasi mendistribusikan hasil panennya ke Bulog. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan proses serapan gabah maupun jagung berjalan tanpa kendala, sehingga kestabilan harga di tingkat petani tetap terjaga,” ujar Ipda Ruslan, S.H.

Standar Kualitas Ketat untuk Penyerapan Bulog

Pihak kepolisian juga memberikan edukasi kepada para petani mengenai standarisasi kualitas yang diminta oleh Bulog. Hal ini sangat krusial karena seringkali hasil panen dikembalikan oleh pihak gudang akibat tidak memenuhi kriteria teknis. Ipda Ruslan menjelaskan bahwa komunikasi intensif terus dijalin agar petani paham akan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Beberapa persyaratan utama agar jagung dapat diterima di Gudang Bulog meliputi bentuk fisik jagung yang wajib sudah dipipil dan bersih dari kotoran. Selain itu, parameter paling sensitif adalah kadar air, di mana batas maksimal yang ditetapkan adalah 14 persen. Jika hasil pengukuran menunjukkan kadar air melebihi batas tersebut, pihak Bulog secara otomatis akan menolak atau mengembalikan komoditas tersebut kepada petani untuk dikeringkan kembali.

Selain kualitas fisik, berat kemasan juga menjadi perhatian serius. Setiap karung minimal harus memiliki berat isi 70,30 kilogram. Persyaratan administratif pun tidak kalah penting, di mana setiap pemilik jagung wajib mendaftarkan diri ke Kantor Bulog dengan melampirkan identitas berupa KTP, buku rekening BRI untuk mekanisme pembayaran nontunai, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan Nasional

Langkah proaktif Polsek Lembar ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Dengan adanya pendampingan kepolisian, petani merasa lebih terlindungi dari potensi praktik spekulan yang seringkali merugikan saat musim panen raya tiba. Melalui monitoring rutin, kepolisian juga dapat mendeteksi dini jika terjadi penumpukan stok atau kendala logistik yang menghambat distribusi pangan di wilayah Kecamatan Lembar.

“Melalui Ps. Kanit Binmas, kami terus memantau setiap pergerakan stok di gudang. Kami ingin memastikan bahwa hak petani tersalurkan dengan benar dan persyaratan yang diminta Bulog tidak menjadi beban, melainkan standar yang bisa dicapai melalui pendampingan berkelanjutan,” tambah Ipda Ruslan.

Upaya ini selaras dengan program pemerintah dalam menjaga stok pangan nasional tetap stabil. Dengan terserapnya hasil panen lokal oleh Bulog, diharapkan gejolak harga pangan di pasar dapat diredam, sekaligus memberikan kepastian keuntungan bagi para petani di Kabupaten Lombok Barat, khususnya di wilayah Desa Jembatan Kembar. Kegiatan monitoring dan pendampingan ini dipastikan akan terus berlanjut hingga seluruh potensi panen jagung di wilayah tersebut terserap secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *