Binkam

Polres Lombok Barat Fasilitasi Pendistribusian 6,3 Ton Jagung Petani ke Gudang BULOG Lembar

×

Polres Lombok Barat Fasilitasi Pendistribusian 6,3 Ton Jagung Petani ke Gudang BULOG Lembar

Sebarkan artikel ini
Polres Lombok Barat Fasilitasi Pendistribusian 6,3 Ton Jagung Petani ke Gudang BULOG Lembar

LOMBOK BARAT – Upaya menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani lokal terus diperkuat oleh jajaran kepolisian. Pada Selasa, 14 April 2026, Polres Lombok Barat melaksanakan pengawalan serta pendampingan langsung terhadap proses pendistribusian dan penjualan stok jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Batu Rapat Jaya menuju Gudang BULOG yang berlokasi di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar.

Langkah ini diambil guna memastikan hasil jerih payah petani dapat terserap secara optimal oleh lembaga negara dengan harga yang layak, sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional di tingkat daerah. Proses distribusi yang dimulai sejak siang hari tersebut melibatkan sinergi antara aparat penegak hukum, pengurus kelompok tani, dan petugas operasional gudang BULOG.

Sinergi Kepolisian dalam Ketahanan Pangan Nasional

Kehadiran personel Polres Lombok Barat dalam kegiatan ini bukan sekadar pengamanan fisik, melainkan bentuk dukungan moril dan administratif bagi para petani. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Lombok Barat, AKP Taufik Hidayat, S.H., menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari instruksi kepolisian untuk turut serta dalam menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa proses distribusi hasil panen dari petani menuju Gudang BULOG berjalan tanpa hambatan. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman serta menjamin bahwa alur penjualan ini berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga petani mendapatkan kepastian atas hasil panen mereka,” ujar AKP Taufik Hidayat saat memberikan keterangan resmi di lokasi.

Beliau menambahkan bahwa pengawasan ini penting untuk meminimalisir adanya kendala teknis maupun potensi gangguan yang dapat menghambat serapan gabah maupun jagung ke gudang pemerintah. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan rantai distribusi menjadi lebih transparan dan efisien.

Kualitas Hasil Panen Melampaui Standar BULOG

Dalam kegiatan tersebut, stok jagung yang didistribusikan berasal dari Poktan Batu Rapat Jaya dengan pemilik atas nama Sukian yang beralamat di Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar. Tercatat sebanyak 6.300 kilogram atau setara dengan 6,3 ton jagung diangkut menuju gudang penyimpanan. Sebelum diterima secara resmi oleh pihak BULOG, jagung tersebut harus melewati serangkaian uji kualitas yang ketat untuk memastikan daya simpan dan kelayakannya.

Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan oleh petugas teknis BULOG di lokasi, mutu jagung dari Poktan Batu Rapat Jaya menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Kadar air jagung tercatat sebesar 10,8 persen. Angka ini berada jauh di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 14 persen. Hal ini membuktikan bahwa petani di wilayah Mareje Timur telah menerapkan pola pascapanen yang baik sehingga kualitas komoditas yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi.

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga bagi Petani

Penyerapan jagung oleh BULOG melalui skema pendampingan kepolisian ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Selama ini, fluktuasi harga di tingkat pasar sering kali menjadi tantangan bagi para petani saat masa panen raya tiba. Dengan masuknya hasil panen ke Gudang BULOG, harga di tingkat petani diharapkan dapat terjaga pada level yang stabil dan menguntungkan.

Ketua Kelompok Tani Batu Rapat Jaya, Sukian, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan yang diberikan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, koordinasi yang baik antara petani, Polri, dan BULOG sangat membantu dalam mempercepat proses administrasi dan teknis pengiriman. Hal ini juga memberikan motivasi bagi anggota kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Pihak BULOG yang hadir melakukan pengawasan juga memastikan bahwa setiap butir jagung yang masuk telah memenuhi kriteria distribusi yang ditetapkan. Penyaluran hasil panen ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memenuhi stok cadangan pangan pemerintah (CPP), yang nantinya akan digunakan untuk intervensi pasar maupun bantuan sosial jika diperlukan.

Situasi Kondusif Hingga Proses Distribusi Berakhir

Seluruh rangkaian kegiatan pendistribusian jagung ini berakhir pada pukul 14.20 WITA. Berdasarkan laporan di lapangan, situasi selama proses bongkar muat hingga verifikasi administrasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada kendala berarti yang ditemukan selama proses pengiriman dari Desa Mareje Timur hingga ke Desa Jembatan Gantung.

AKP Taufik Hidayat menutup keterangannya dengan menyatakan bahwa Polri akan terus berkomitmen mendukung sektor pertanian di wilayah Lombok Barat. “Ke depannya, kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memonitor perkembangan hasil panen di wilayah lain. Tujuannya satu, yakni memastikan kesejahteraan petani terjaga dan kedaulatan pangan di Lombok Barat tetap kokoh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *