Lombok Barat – Kegiatan adat yang melibatkan massa besar memerlukan perhatian khusus dari aparat keamanan guna memastikan acara berjalan khidmat tanpa mengganggu ketertiban umum. Hal inilah yang mendasari kesigapan jajaran Polsek Kuripan dalam melakukan pengamanan ketat pada prosesi tradisi adat Nyongkolan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.
Tradisi Nyongkolan merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Sasak di Lombok, di mana sepasang pengantin diarak menuju kediaman mempelai wanita. Mengingat kegiatan ini sering kali menggunakan badan jalan dan melibatkan ratusan orang, kehadiran pihak kepolisian menjadi sangat krusial untuk mengatur arus lalu lintas serta mencegah potensi gesekan antarwarga.
Pengamanan Terpadu di Desa Jagaraga
Pada hari Minggu, 29 Maret 2026, suasana di Dusun Bermi, Desa Jagaraga, tampak lebih meriah dari biasanya. Sejak pukul 16.08 WITA, iring-iringan warga dari Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, mulai memadati area titik kumpul. Sebanyak kurang lebih 150 orang turut serta berjalan kaki mengiringi pasangan pengantin dalam balutan pakaian adat yang khas.
Iring-iringan ini memulai perjalanannya dari depan Kantor Desa Jagaraga menuju rumah mempelai wanita di Dusun Bermi. Kemeriahan semakin terasa dengan dentuman ritmis instrumen tradisional Gendang Belek yang mengiringi setiap langkah peserta Nyongkolan. Untuk memastikan kegiatan tersebut tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur utama, personel kepolisian pun diterjunkan langsung ke lapangan.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan adalah bentuk pelayanan Polri dalam mendukung kegiatan sosial dan budaya masyarakat.
“Kami telah menugaskan personel untuk melakukan pengamanan sekaligus monitoring secara melekat terhadap kegiatan tradisi adat Nyongkolan di wilayah Kecamatan Kuripan. Fokus utama kami adalah memastikan rombongan pengantin dapat berjalan dengan aman, sementara pengguna jalan lainnya tetap bisa melintas tanpa hambatan yang berarti,” ujar Ipda I Wayan Eka Ariyana dalam keterangannya.
Kolaborasi TNI-Polri Demi Keamanan Wilayah
Keberhasilan pengamanan ini tidak lepas dari sinergitas yang solid antara Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. AIPTU I Gede Dodit selaku Bhabinkamtibmas Desa Jagaraga bersama SERTU Iwan Febriawan dari unsur Babinsa, bahu-membahu mengatur jalannya iring-iringan.
Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada para peserta Nyongkolan agar tetap tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu provokasi. Langkah preventif ini diambil guna menghindari terjadinya perkelahian atau keributan yang terkadang rentan terjadi dalam kerumunan massa yang besar.
“Dalam pelaksanaannya, anggota kami di lapangan melakukan pengamanan sekaligus pengaturan arus lalu lintas guna menghindari terjadinya perkelahian dan kemacetan lalu lintas yang diakibatkan oleh iring-iringan pengantin tersebut. Kami mengapresiasi masyarakat yang telah kooperatif dalam mengikuti arahan petugas,” tambah Ipda I Wayan Eka Ariyana.
Kondusivitas dan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Berkat kesiapsiagaan petugas dan kesadaran masyarakat, rangkaian acara adat tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Arus lalu lintas di sekitar jalur yang dilalui rombongan tetap mengalir lancar meskipun volume kendaraan sempat meningkat saat rombongan melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa hingga berakhirnya acara, situasi di wilayah Kecamatan Kuripan, khususnya di Dusun Bermi, tetap terjaga dalam keadaan kondusif. Tradisi Nyongkolan pun dapat terlaksana dengan sakral dan meriah tanpa ada kendala keamanan yang menonjol.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berjalan dengan pengawasan aparat, sehingga nilai-nilai luhur budaya tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kepentingan publik di ruang jalan raya. Pihak kepolisian berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan yang melibatkan khalayak ramai demi menjamin rasa aman dan nyaman di wilayah hukum Lombok Barat.











