LOMBOK BARAT – Akselerasi program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat terus mendapat pengawalan ketat dari jajaran kepolisian di tingkat kewilayahan. Sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat desa, Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi melalui personel Bhabinkamtibmas mulai mengintensifkan pendampingan langsung terhadap para petani guna memastikan rantai distribusi hasil bumi berjalan tanpa hambatan.
Pada Sabtu (21/03/2026), suasana produktif tampak menyelimuti Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Personel Bhabinkamtibmas desa setempat melaksanakan kegiatan sambang warga yang dirangkaikan dengan pemantauan langsung aktivitas ekonomi kreatif serta sektor pertanian. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hasil jerih payah petani lokal dapat terserap ke pasar dengan lancar, sekaligus memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha di bidang pangan.
Sinergi Polri dalam Mengawal Rantai Pasok Pangan Desa
Dalam kunjungan lapangan tersebut, petugas kepolisian mendatangi salah satu titik krusial aktivitas pasca-panen, yakni lokasi pengangkutan hasil pertanian. Fokus utama pemantauan kali ini tertuju pada komoditas jagung pipil yang merupakan salah satu pilar penopang ketersediaan pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan fakta visual di lokasi, petugas terlihat mendampingi warga yang tengah sibuk memuat karung-karung berisi jagung berkualitas ke atas kendaraan bak terbuka dengan nomor polisi DR 8407 DB.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bukan sekadar melakukan pengamanan rutin, melainkan bentuk dukungan moril terhadap program swasembada pangan. Menurutnya, kelancaran distribusi dari tingkat petani menuju pengepul atau pasar merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di masyarakat.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas di Desa Karang Bongkot hari ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung penuh program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses, mulai dari panen hingga distribusi hasil pertanian seperti jagung ini, tidak mengalami kendala keamanan maupun hambatan logistik di lapangan,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Edukasi dan Motivasi untuk Optimalisasi Lahan Pertanian
Selain melakukan pengawasan fisik terhadap proses pengangkutan hasil bumi, momentum sambang warga ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tani. Petugas kepolisian secara interaktif mengajak dialog para warga untuk terus mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang tersedia. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengubah lahan-lahan tidur menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan komoditas pangan berkualitas tinggi secara berkelanjutan.
Dalam interaksi tersebut, personel Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan mengenai pentingnya peran aktif setiap individu dalam menjaga kedaulatan pangan. Petugas memberikan motivasi agar para petani tetap konsisten dan semangat dalam meningkatkan produktivitas lahan mereka. Melalui pendekatan yang humanis, Polri berupaya menanamkan pemahaman bahwa kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada kemandirian pangan yang dimulai dari level desa.
“Kami senantiasa mendorong para petani dan masyarakat di Desa Karang Bongkot untuk tidak ragu dalam meningkatkan hasil produksinya. Polri akan selalu hadir memberikan pendampingan dan jaminan keamanan bagi para pejuang pangan kita. Keberhasilan ketahanan pangan di desa ini akan menjadi kontribusi besar bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa mempertegas dukungannya.
Komitmen Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Kamtibmas
Sejauh ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Desa Karang Bongkot dilaporkan tetap dalam keadaan kondusif. Kondisi yang stabil ini menjadi modal utama bagi para petani untuk terus berinovasi dalam mengelola hasil pertanian mereka. Dengan adanya pengawalan intensif dari kepolisian, potensi gangguan keamanan pada jalur distribusi hasil panen dapat diminimalisir sedini mungkin.
Upaya yang dilakukan Polsek Labuapi ini merupakan bagian dari instruksi jangka panjang Kapolres Lombok Barat dalam menyukseskan program pemerintah di sektor pangan. Kepolisian berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna membantu mencarikan solusi apabila ditemukan kendala teknis yang dihadapi petani di lapangan.
Melalui langkah proaktif ini, diharapkan kemandirian pangan yang tangguh dapat tercipta, sehingga masyarakat tidak lagi merasa khawatir akan gejolak ketersediaan pangan di masa depan. Pendampingan yang konsisten oleh Bhabinkamtibmas membuktikan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan warga desa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat luas melalui penguatan sektor pertanian yang berkelanjutan.











