Kapolri telah memerintahkan kepada seluruh jajarannya agar ikut mendukung program ketahanan pangan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Di wilayah Polda NTB. Kapolda NTB meminta agar seluruh satuan kerja (Satker) mulai dari Tingkat Polda, Polres hinga Polsek harus memiliki petani/Kelompok Tani binaan khususnya untuk petani jagung sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional tersebut. Kegiatan ini sekaligus untuk mempererat hubungan dan sinergitas antara aparat Kepolisian dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian.
Berdasarkan data BPS Provinsi NTB tahun 2025 mencatat luas lahan jagung mencapai 175.327 hektare dengan total produksi jagung di NTB tercatat 1.196.952 ton. Sedangkan pada Januari 2026, luas lahan jagung di NTB tercatat 344,17 hektare, dengan Estimasi hasil panen mencapai sekitar 1.720,85 ton.
Menurut Jung selaku Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah Kab. Lombok Timur bahwa untuk saat ini Sebagian besar Kelompok Tani dan para petani jagung di wilayah Kab. Lombok Timur akan melakukan panen jagung agak sedikit mundur yaitu pada akhir bulan Maret ini (selesai hari raya Idul Fitri) sampai dengan awal bulan April mendatang walaupun sebenarnya panen jagung sudah dapat dilakukan di awal dan pertengan bulan Maret ini. Alasan para petani memundurkan jadwal panen jagung tersebut adalah bertepatan dengan bulan puasa, kemudian untuk mengejar kadar air yang ada pada biji jagung karena semakin lama/semakin tua jagung pada saat di panen maka kadar airnya pun akan semakin sedikit/berkurang.
Namun dalam dua tahun terakhir ini para petani jagung dihadapkan pada permasalahan hama tanaman jagung dan cuaca yang dapat mempengaruhi hasil panen jagung para petani jagung yaitu hama jamur batang akibat dari tingginya intensitas hujan dan angin kencang akhir – akhir ini yang bisa mematahkan/merobohkan tanaman jagung sebelum masuk masa panen.
Polda NTB berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Dinas Pertanian dalam melakukan pengawasan distribusi pupuk serta bibit guna menjaga kelancaran produksi pertanian.
Keterlibatan aparat Kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan Masyarakat khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hasil panen jagung para petani dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan kelompok tani dalam menjaga stabilitas pangan.









