Binkam

Strategi Cerdas Polsek Lembar Perkuat Ekonomi Desa, Manfaatkan Lahan Kosong demi Swasembada Pangan

×

Strategi Cerdas Polsek Lembar Perkuat Ekonomi Desa, Manfaatkan Lahan Kosong demi Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Langkah Nyata Polsek Lembar Kawal Ketahanan Pangan: Turun ke Sawah Dampingi Petani Jagung dan Cabai

Lombok Barat, NTB – Ketahanan pangan kini menjadi prioritas utama yang terus digalakkan hingga ke tingkat desa guna memastikan ketersediaan stok pangan mandiri. Menyadari pentingnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, jajaran Polsek Lembar, Polres Lombok Barat, mengambil langkah proaktif dengan terjun langsung ke tengah masyarakat. Melalui aksi nyata di lapangan, aparat kepolisian berkomitmen untuk mengawal setiap jengkal lahan potensial agar menjadi sumber pangan yang produktif bagi warga.

Pada Minggu (8/3), personel Bhabinkamtibmas Desa Lembar Selatan melaksanakan kegiatan kunjungan dialogis sekaligus pendampingan intensif kepada warga yang mengelola lahan pekarangan dan lahan produktif. Langkah ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan manifestasi dari dedikasi Polri dalam mendukung penuh program pemerintah pusat terkait swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Sinergi Polri dan Masyarakat di Sektor Pertanian

Kehadiran personel kepolisian di tengah ladang memberikan warna tersendiri bagi aktivitas pertanian di Desa Lembar Selatan. Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas Bhabinkamtibmas tidak canggung untuk ikut berbaur dengan petani, mulai dari proses perawatan hingga persiapan masa panen. Interaksi yang humanis ini bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan bahwa kendala yang dihadapi petani di lapangan dapat terdeteksi sejak dini.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa peran Polri saat ini meluas hingga ke sektor pendampingan ekonomi kreatif dan pertanian. Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan dan ketersediaan pangan di tingkat akar rumput.

“Kegiatan sambang desa ini merupakan upaya berkelanjutan Polri untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif hingga ke tingkat terbawah. Kami ingin memastikan masyarakat merasa didampingi dalam mengelola potensi alam yang mereka miliki,” ujar Ipda Ruslan, S.H., dalam keterangannya.

Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Kemandirian Ekonomi

Dalam aksi lapangan tersebut, petugas terpantau memberikan bantuan teknis secara langsung dalam rangka optimalisasi lahan. Salah satunya adalah pendampingan dalam pemeliharaan tanaman jagung yang kini mulai memasuki masa panen. Tidak hanya jagung, petugas juga turut membantu petani dalam merawat tanaman sayuran cabai di lahan yang menggunakan sistem mulsa, sebuah teknik yang terbukti efektif menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma.

Selain memberikan edukasi teknis, personel Polri juga memberikan bantuan stimulan berupa benih jagung unggul kepada warga. Bantuan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk memperluas cakupan tanam mereka, terutama di lahan-lahan kosong yang selama ini belum terjamah di sekitar pemukiman sebagai bentuk nyata kemandirian pangan.

Ipda Ruslan menambahkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Dengan menanam tanaman palawija atau sayuran secara mandiri, ketergantungan masyarakat terhadap pasar untuk kebutuhan pokok harian dapat dikurangi secara signifikan.

“Kami terus mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan secara maksimal dengan menanam tanaman palawija maupun sayuran lainnya. Melalui pengelolaan lahan yang tepat, diharapkan kebutuhan pangan bergizi bagi rumah tangga dapat terpenuhi secara mandiri, sekaligus membantu memperkuat stabilitas ekonomi keluarga di tingkat desa binaan,” imbuhnya.

Membangun Ketahanan Pangan yang Tangguh di Lombok Barat

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menyasar sektor pembibitan. Petugas memberikan motivasi kepada warga yang tengah menyiapkan bibit tanaman hijau di area pembibitan desa. Hal ini penting dilakukan guna menjamin keberlanjutan siklus tanam, sehingga pasokan pangan tidak terhenti hanya pada satu musim tanam saja.

Pendekatan yang dilakukan Polsek Lembar ini mendapat apresiasi positif dari warga Desa Lembar Selatan. Kehadiran polisi yang tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga ikut serta mengurusi kesejahteraan melalui pertanian, dinilai mampu memperkokoh sinergitas antara kepolisian dengan masyarakat agraris di wilayah Lombok Barat.

Dengan adanya pendampingan yang intensif dan interaksi yang hangat antara petugas dan warga, Desa Lembar Selatan diharapkan mampu menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam hal kemandirian pangan. Polri berharap, melalui integrasi antara sumber daya lokal dan semangat gotong royong, ketahanan pangan yang tangguh dapat tercipta, yang pada akhirnya akan berdampak pada penguatan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *