Lombok Barat, NTB – Semangat nasionalisme dan cinta tanah air terasa begitu kuat di halaman SMKN 1 Narmada, Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Upacara pembukaan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh makna, Jum’at (13/2/2026) sore.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1606/Mataram Letkol Arh Huwairy selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Kepala Urusan (Kaur) Komunikasi Sosial (Komsos) Teritorial (Ter) Kodim 1606/Mataram Kapten Inf Saparudin, Kaur Bhakti Ter Lettu Inf Bahrudin, Kepala SMKN 1 Narmada Ridhan Hadi, M.Pd., anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada, serta ±100 siswa-siswi peserta KKRI.
Deretan pasukan kadet berdiri tegap di bawah langit Narmada yang mulai beranjak petang. Satu per satu rangkaian upacara dilaksanakan dengan disiplin—mulai dari laporan kesiapan pasukan hingga penyematan tanda peserta secara simbolis sebagai tanda dimulainya pelatihan.
Dalam amanatnya, Inspektur Upacara Letkol Arh Huwairy menegaskan bahwa pembinaan KKRI bukan sekadar kegiatan kemah, tetapi momentum membentuk mental dan fisik generasi muda agar tangguh, berintegritas, serta berjiwa patriot. Ia mengingatkan bahwa perjuangan masa kini bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu, karakter, dan kerja keras demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda harus menjadi pelopor, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya, serta menanamkan semangat bela negara sejak dini,” tegasnya Kasdim 1606 Mataram sebelum secara resmi membuka kegiatan dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim.
Suasana haru terasa saat doa dipanjatkan, seolah menjadi penguat tekad para kadet untuk menjalani pelatihan dengan sungguh-sungguh.
“Pelatihan KKRI ini diharapkan mampu menanamkan wawasan kebangsaan tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk membangun harmoni, kekompakan, serta menjauhkan diri dari pengaruh negatif seperti narkoba,” Pungkas Letkol Arh Huwairy.
Di tengah tantangan zaman, langkah kecil di lapangan sekolah itu menjadi pondasi besar bagi lahirnya calon pemimpin bangsa yang disiplin, berkarakter, dan siap mengabdi untuk Indonesia.











