Binkam

Polsek Labuapi Gerakkan Swasembada Pangan di Desa Bajur

×

Polsek Labuapi Gerakkan Swasembada Pangan di Desa Bajur

Sebarkan artikel ini
Polri Dorong Kemandirian Pangan Warga melalui Lahan Produktif

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Melalui aksi nyata di tingkat desa, personel Bhabinkamtibmas Desa Bajur turun langsung ke tengah masyarakat untuk menggerakkan potensi pertanian mandiri melalui pemanfaatan lahan produktif pada Kamis (12/2).

Langkah proaktif ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya terkait upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang dimulai dari unit terkecil, yakni rumah tangga. Dengan mengedepankan pendekatan humanis, Polri berupaya mengubah lahan tidur menjadi lumbung pangan keluarga yang berdaya guna.

Implementasi Asta Cita di Tingkat Desa

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri saat ini tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi melalui ketahanan pangan.

Dalam keterangannya, Iptu I Nyoman Rudi Santosa menjelaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas di Desa Bajur bertujuan untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada warga agar lebih jeli melihat potensi lahan di sekitar mereka. Menurutnya, kemandirian pangan adalah fondasi utama dalam menghadapi dinamika ekonomi global maupun lokal.

“Kami mendorong masyarakat untuk tidak membiarkan lahan pekarangan mereka kosong. Melalui edukasi yang diberikan oleh personel di lapangan, kami ingin warga Desa Bajur mandiri secara pangan dengan memanfaatkan apa yang mereka miliki di rumah masing-masing,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam pernyataan resminya.

Transformasi Lahan Tidur Menjadi Kebun Hortikultura

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan sambang produktif ini memfokuskan pada pemanfaatan kebun dan pekarangan rumah yang selama ini terbengkalai. Bhabinkamtibmas Desa Bajur secara aktif mengajak dialog para warga untuk mulai menanam tanaman hortikultura yang memiliki masa panen singkat namun memberikan manfaat besar bagi kebutuhan dapur sehari-hari.

Tanaman seperti cabai, tomat, dan terong menjadi komoditas utama yang disarankan untuk dibudidayakan. Selain cara menanamnya yang relatif mudah, komoditas ini seringkali mengalami fluktuasi harga di pasar, sehingga dengan menanam sendiri, masyarakat dapat menekan angka pengeluaran rumah tangga secara signifikan.

Selain itu, bagi warga yang terkendala dengan keterbatasan luas tanah, petugas memberikan solusi kreatif melalui penggunaan media tanam polibag. Teknik ini memungkinkan warga yang tinggal di kawasan padat sekalipun untuk tetap bisa bercocok tanam. Pemanfaatan media kreatif ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk menciptakan kedaulatan pangan di tingkat keluarga.

Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat

Dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan pangan nasional ini diharapkan membawa dampak ganda bagi warga Desa Bajur. Secara ekonomi, hasil panen mandiri dapat membantu meringankan beban belanja harian. Di sisi lain, aktivitas bercocok tanam ini juga menciptakan lingkungan desa yang lebih asri, hijau, dan sehat.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Polri ingin memastikan bahwa semangat warga dalam mengelola lahan tidak hanya bersifat momentum, tetapi menjadi budaya baru yang produktif.

“Target kami adalah terciptanya lingkungan yang berdaulat secara pangan. Jika setiap rumah tangga sudah mampu mencukupi kebutuhan sayur-mayur secara mandiri, maka ketahanan pangan nasional secara otomatis akan semakin kokoh dari akar rumput,” tambahnya.

Melalui dialog yang hangat dan edukasi yang berkelanjutan, kehadiran Polri di tengah warga diharapkan mampu memicu inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan pertanian skala mikro. Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa visi besar pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dapat diakselerasi melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *