Binkam

Polres Lombok Barat Kawal Ketahanan Pangan di Desa Dasan Tapen

×

Polres Lombok Barat Kawal Ketahanan Pangan di Desa Dasan Tapen

Sebarkan artikel ini
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Petani Dasan Tapen Garap Lahan Produktif

Lombok Barat, NTB – Ketahanan pangan kini menjadi pilar utama dalam stabilitas nasional di tahun 2026. Menyadari krusialnya peran sektor agraris di tingkat desa, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus memperkuat sinergi dengan masyarakat petani. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui aksi proaktif Bhabinkamtibmas dalam mendampingi para petani untuk memastikan produktivitas lahan tetap berjalan optimal demi mendukung visi besar pemerintah Republik Indonesia.

Pada Kamis (12/2), Bhabinkamtibmas Desa Dasan Tapen, AIPDA Komang Nesa, SH., melaksanakan kunjungan kerja produktif ke kawasan pertanian di Dusun Dasan Tapen Timur. Kehadiran personel Polri di tengah ladang ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan upaya strategis untuk memberikan motivasi serta solusi teknis bagi warga yang tengah mengelola potensi agraris di wilayah tersebut.

Komitmen Polri dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional

Program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah memerlukan dukungan dari seluruh elemen, termasuk aparat kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah. Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini telah meluas hingga menjadi penggerak ekonomi desa melalui sektor pertanian.

Dalam keterangannya, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menekankan pentingnya kehadiran petugas di lapangan untuk memastikan program pemerintah tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani. Hal ini dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan dari masa pratanam hingga pasca panen.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif turun ke sawah dan ladang. Tujuannya adalah memberikan motivasi kepada warga agar terus produktif mengelola lahan mereka. Dengan pendampingan ini, kami berharap para petani merasa didukung secara moral dan teknis, sehingga target swasembada pangan tahun 2026 dapat tercapai mulai dari unit terkecil yaitu desa,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam pernyataan resminya.

Monitoring Terpadu dan Pemanfaatan Teknologi Pertanian

Selama kunjungan di Dusun Dasan Tapen Timur, AIPDA Komang Nesa meninjau langsung lahan yang telah diolah menggunakan sistem pertanian terpadu. Terlihat para petani mulai mengadopsi sistem mulsa dan penggunaan ajir kayu untuk memaksimalkan hasil tanam. Penggunaan teknologi sederhana seperti mulsa plastik sangat efektif dalam menjaga kelembapan tanah serta menekan pertumbuhan gulma, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi kerja petani.

Selain memantau persiapan lahan, AIPDA Komang Nesa juga terlibat dalam dialog aktif mengenai pemilihan komoditas yang tepat sesuai musim. Hal ini bertujuan agar lahan yang ada tidak terbengkalai dan selalu menghasilkan nilai ekonomi bagi rumah tangga. Optimalisasi lahan kosong menjadi poin utama yang ditekankan, mengingat ketersediaan lahan yang produktif adalah kunci dari kemandirian pangan di tingkat desa.

Pengawasan Pasca Panen dan Menjaga Kualitas Komoditas

Aksi nyata di lapangan tidak hanya berhenti pada proses penanaman. Di lokasi yang sama, terpantau warga tengah melakukan proses pengolahan hasil bumi berupa penjemuran jagung dalam skala besar. Tahapan pasca panen ini sangat krusial karena menentukan kualitas jagung saat masuk ke pasar atau gudang-gudang penyerapan hasil tani.

AIPDA Komang Nesa turut memastikan bahwa proses penjemuran dilakukan dengan standar yang baik guna menghindari kerusakan komoditas akibat jamur atau kadar air yang terlalu tinggi. Kualitas hasil bumi yang terjaga akan memberikan posisi tawar yang lebih baik bagi petani saat berhadapan dengan tengkulak maupun distributor besar. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas ini juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi warga yang sedang mengelola hasil panen mereka dalam jumlah banyak.

Sinergi antara Polri dan masyarakat di Desa Dasan Tapen ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain di Lombok Barat. Dengan adanya dorongan yang konsisten, sektor pertanian lokal diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa yang berkelanjutan. Transformasi peran Bhabinkamtibmas sebagai motivator pertanian membuktikan bahwa menjaga stabilitas keamanan kini juga dilakukan melalui penguatan isi piring masyarakat dan kesejahteraan para pahlawan pangan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *