Binkam

Bhabinkamtibmas Gerung Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong

×

Bhabinkamtibmas Gerung Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong

Sebarkan artikel ini
Pesan Polri: Lahan Kosong Adalah Kunci Ketahanan Pangan Desa

Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa terus diintensifkan, kali ini dengan melibatkan peran aktif aparat kepolisian. Di Dusun Bantir, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Bhabinkamtibmas setempat, AIPDA WAYAN SUARTANA, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi yang berfokus pada pemberian motivasi kepada warga binaan untuk memanfaatkan lahan kosong.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (30/11/2025) ini merupakan bagian dari sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah mengenai ketahanan pangan nasional yang dimulai dari lini terkecil, yaitu desa. Inisiatif ini penting mengingat potensi sumber daya alam di desa-desa yang perlu dioptimalkan untuk menjamin kketersediaan pangan yang mandiri.

Pemanfaatan Lahan Kosong sebagai Kunci Kemandirian Pangan

Ketahanan pangan diartikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, aman, bergizi, dan merata, serta terjangkau. Di tingkat desa, langkah awal untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mendorong masyarakat agar tidak menyisakan sejengkal pun lahan yang tak termanfaatkan, baik itu lahan pekarangan, pinggiran sawah, atau area lain yang potensial.

AIPDA Wayan Suartana dalam sambangnya menekankan bahwa lahan yang dimiliki warga, sekecil apapun, dapat diubah menjadi sumber pangan produktif. Pemanfaatan ini bisa berupa budidaya tanaman pangan seperti sayur-mayur, buah-buahan, atau bahkan kolam ikan dan ternak skala kecil. Konsep ini selaras dengan program pemerintah yang mengalokasikan minimal 20% dari Dana Desa untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan dan hewani.

Motivasi dan Pesan Langsung dari Aparat Keamanan

Sebagai perpanjangan tangan institusi Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis dalam mengedukasi dan memotivasi. Dalam kunjungannya, AIPDA Wayan Suartana tidak hanya menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), namun juga menanamkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan.

“Kami datang tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mengajak Bapak/Ibu sekalian agar lebih produktif,” ujar AIPDA Wayan Suartana. “Setiap jengkal tanah yang kita tanam, setiap bibit yang kita rawat, adalah investasi untuk keluarga dan desa kita. Ini adalah langkah nyata mendukung ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.”

Dukungan Penuh dari Kapolsek Gerung

Pelaksana Harian (Plh.) Kapolsek Gerung, Ipda Manda Aryan Nugraha, S.H., menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas merupakan arahan yang jelas dari pimpinan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah dalam segala sektor, termasuk ketahanan pangan.

“Tugas Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas penegakan hukum dan pemeliharaan Kamtibmas, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di desa,” kata Ipda Manda Aryan Nugraha. “Kami mengapresiasi langkah AIPDA Wayan Suartana yang secara proaktif menyambangi warga dan memberikan motivasi pemanfaatan lahan. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama dalam memastikan masyarakat memiliki akses pangan yang cukup dan bergizi, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.”

Dampak Positif Pemanfaatan Lahan bagi Warga

Program ketahanan pangan di desa memiliki dampak ganda. Secara langsung, program ini meningkatkan ketersediaan pangan bagi rumah tangga, yang dapat mengurangi pengeluaran belanja harian. Selain itu, kelebihan hasil panen atau ternak dapat dijual, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Pemanfaatan lahan juga mendorong diversifikasi pangan lokal, memungkinkan masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang lebih beragam dan bergizi seimbang. Di tengah isu perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas, kemandirian pangan di tingkat desa menjadi benteng pertahanan ekonomi dan kesehatan masyarakat yang krusial.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kesadaran kolektif dari seluruh warga desa. Dengan adanya dorongan dan pendampingan dari Bhabinkamtibmas, diharapkan semangat untuk bertani dan berbudidaya kembali membara, menjadikan Desa Banyu Urip sebagai salah satu percontohan desa yang kuat dan mandiri dalam aspek pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *